FITUR CERAMAH MINGGUAN


“Kepatuhan Terhadap Hukum Adalah Kemerdekaan”

Elder L. Tom Perry
Quorum of the Twelve Apostles
Pria dan wanita menerima hak pilihan mereka sebagai karunia dari Allah, namun kemerdekaan mereka dan, pada gilirannya, kebahagiaan kekal mereka datang dari kepatuhan terhadap hukum-hukum-Nya.
Baca selengkapnya...

Keluarga dalam Perjanjian

Share to Linkedin Share to Google 
> MormonTV
> Pustaka Media OSZA
-----
Kami menyediakan
Kitab Mormon
secara cuma-cuma
About
Pertanyaan Umum


Pada musim semi tahun 1820, seorang pemuda berusia 14 tahun bernama Joseph Smith pergi ke hutan kecil dekat rumahnya di Palmyra, New York, dan berdoa untuk mengetahui dengan gereja manakah dia mesti bergabung. Sebagai jawaban terhadap doanya, Allah Bapa dan Putra-Nya, Yesus Kristus, menampakkan diri kepadanya, sama seperti makhluk surgawi telah menampakkan diri kepada para nabi seperti Musa dan Paulus di zaman Alkitab. Joseph belajar bahwa Gereja yang pada awalnya didirikan oleh Yesus Kristus tidak lagi berada di bumi saat itu.

Joseph Smith dipilih oleh Allah untuk memulihkan Gereja Yesus Kristus ke bumi. Selama 10 tahun berikutnya, Joseph dikunjungi oleh utusan surgawi lainnya, menerjemahkan Kitab Mormon dengan kuasa Allah, dan menerima wewenang ilahi untuk mengatur Gereja. Gereja diorganisasi di Fayette, New York, pada tanggal 6 April 1830, di bawah pimpinan Joseph Smith. Sekarang Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir telah berkembang menjadi sebuah organisasi dengan anggota dan jemaat di seluruh dunia.

Pada tahun 1838, Joseph Smith diberitahu melalui wahyu bahwa Gereja hendaknya disebut Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (Ajaran dan Perjanjian 115:4). Gereja ini telah dikenal dengan nama itu sejak saat itu. Gordon B. Hinckley, Presiden terdahulu Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, telah menekankan nama Gereja yang benar , mengatakan:

"Kami percaya kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah. Nama resmi Gereja adalah Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, dan Dia adalah tokoh sentral dalam semua ibadah kita."

"Gereja membawa nama Yesus Kristus, Putra Allah, Penebus dunia. Ini adalah nama-Nya dengan mana Gereja ini secara resmi disebut."

"Sedangkan untuk sebutan Orang-Orang Suci Zaman Akhir , para anggota Gereja Kristen zaman dahulu disebut Orang Kudus [Suci] (lihat Kisah Para Rasul 9:32, Efesus 2:19, Filipi 1:1). Mereka adalah Orang-Orang Suci zaman lampau. Kami adalah Orang-Orang Suci di zaman akhir. Ini adalah sederhana."

"Kami sering disebut Orang Mormon. Ini adalah julukan yang diberikan kepada kami karena kami percaya Kitab Mormon sebagai firman Allah, sebuah buku yang sejalan dengan Alkitab, dan menjadi saksi kedua bagi Yesus Kristus."

Kitab Mormon adalah saksi lain bahwa Yesus Kristus sungguh hidup, bahwa Dia adalah Anak Allah. Kitab Mormon berisi tulisan- tulisan para nabi kuno. Salah seorang, Lehi, tinggal di Yerusalem sekitar 600 S.M. Allah memerintahkan Lehi untuk memimpin sekelompok kecil orang ke benua Amerika. Di sana mereka menjadi sebuah peradaban besar.

Allah terus memanggil para nabi diantara orang-orang ini. Kitab Mormon merupakan kumpulan tulisan para nabi mereka dan penjaga catatan-catatan tersebut.

Pada bulan September 1823, Joseph Smith dikunjungi oleh utusan surgawi yang bernama Moroni – nabi terakhir dari para nabi kuno yang menyimpan catatan - dengan cara yang sama seperti malaikat kerap muncul kepada para nabi dan pemimpin gereja dalam Perjanjian Baru (lihat khususnya kitab Kisah Para Rasul). Malaikat Moroni memberitahu Joseph bahwa Tuhan memiliki suatu pekerjaan untuk dia lakukan. Moroni memberitahukan kepada Joseph tentang catatan mengenai penduduk kuno benua Amerika yang dikuburkan di sebuah bukit dekat rumahnya dan berisi kegenapan Injil Yesus Kristus.

Pada bulan September 1827, Joseph menerima catatan tersebut, yang ditulis pada lempengan emas. Joseph menerjemahkan tulisan dalam lemping-lemping emas tersebut ke dalam bahasa Inggris melalui ilham dari Allah. Kitab ini disebut Kitab Mormon: Satu Kesaksian Lagi tentang Yesus Kristus. Kitab ini dinamai Mormon yang merupakan seorang nabi kuno yang membuat ringkasan dari catatan suci umat-Nya.

 
Kepercayaan Dasar
   


Beberapa kepercayaan dasar dari Gereja adalah:

  • Allah adalah Bapa Surgawi. Dia mengasihi kita dan menginginkan kita untuk kembali kepada-Nya.
  • Yesus Kristus adalah Putra Allah. Dia adalah Juruselamat kita. Dia menebus kita dari kematian dengan menyediakan Kebangkitan. Dia menyelamatkan kita dari dosa sewaktu kita bertobat.
  • Melalui Kurban Tebusan Yesus Kristus, kita dapat kembali untuk hidup bersama Allah jika kita mematuhi perintah-perintah-Nya.
  • Roh Kudus menolong kita untuk mengenali kebenaran.
  • Asas-asas dan tata cara-tata cara utama Injil adalah iman kepada Yesus Kristus, pertobatan, pembaptisan, dan menerima karunia Roh Kudus.
  • Gereja Yesus Kristus telah dipulihkan ke bumi.
  • Wewenang imamat Allah ada di dalam Gereja-Nya zaman sekarang, sama seperti wewenang itu ada di dalam Gereja asli.
  • Alkitab dan Kitab Mormon adalah firman Allah.
  • Allah menyatakan kehendak-Nya kepada para nabi zaman sekarang, sama seperti yang Dia lakukan di zaman dahulu.
  • Kehidupan kita memiliki sebuah tujuan yang kudus.
  • Keluarga dapat dipersatukan selamanya.
  • Melalui melayani sesama, kita dapat merasakan sukacita dan berada lebih dekat dengan Allah.


 

 
Sejarah Gereja di indonesia
   





Sejarah Ringkas:




Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir pertama kali dikenal sebagai sebuah yayasan di negara Indonesia pada tahun 1969, tetapi Misi Indonesia Jakarta belum secara resmi dibentuk sampai tahun 1975. Dari tahun 1980 sampai 2001 misi tersebut hanya didukung oleh misionaris setempat dan pasangan senior misionaris asing bidang kemanusiaan yang melayani di bawah organisasi LDS Charities. Pada tahun 1987 Gereja menerima pengakuan resmi dari pemerintah Indonesia sebagai sebuah kesatuan Gereja yang terpisah dari yayasan yang sebelumnya dibentuk. Pada bulan Januari tahun 2000 Presiden Gereja, Gordon B. Hinckley, mengunjungi Indonesia atas undangan Presiden Abdurrahman Wahid. Tahun berikutnya misionaris asing diizinkan kembali melayani di negara Indonesia bersama para misionaris setempat.



Saat ini Misi Indonesia Jakarta terdiri dari 23 cabang di bawah 3 distrik. Sebagian besar cabang-cabang ini berada di pulau Jawa, dengan satu cabang di kota Medan di pulau Sumatra dan satu cabang lagi di kota Manado di pulau Sulawesi. Para misionaris melayani di semua cabang. Juga, ada 7 pasang misionaris senior yang ditugaskan untuk membantu proyek-proyek kemanusiaan serta program pelayanan lainnya melalui LDS Charities, membantu di kantor misi, dan memberi dukungan pada cabang-cabang setempat.







Presiden George H. and Bonnie J. Groberg
Jul 2010 - sekarang

George Holbrook Groberg, 57, dan Bonnie Gay Jensen Groberg, memiliki tujuh anak, Lingkungan Castlerock, Pasak Idaho Falls Taylor Mountain. Presiden Groberg terakhir melayani sebagai penasihat presiden di Pasak BYU-Idaho 1 dan juga merupakan mantan uskup dan penasihat uskup, presiden Remaja Putra lingkungan, presiden cabang dan misionaris di Misi Asia Tenggara. Ia adalah seorang dokter anak. Lahir di Idaho Falls, Idaho, untuk Delbert Valentine dan Jennie Holbrook Groberg.

Sister Groberg adalah mantan penasihat di presidensi Remaja Putri lingkungan, presiden Pratama lingkungan, penasihat dalam presidensi Lembaga Pertolongan lingkungan, direktur paduan suara lingkungan dan direktur perkemahan Remaja Putri lingkungan. Lahir di Salt Lake City, Utah, untuk Joseph Elwood dan Gloria Marie Winther Jensen.









Presiden Ross H. dan Sister B. Heidi
MARCHANT
Jul 2007 - Jun 2010

Sejak Juli 2007 sampai Juli 2010, Presiden Ross H. dan Sister B. Heidi Marchant dari Wilayah Holiday Salt Lake City memimpin sebagai presiden misi dan istri. Sebelum panggilannya sebagai presiden misi, Presiden Marchant telah bekerja selama 32 tahun untuk Farmers Insurance dalam menangani klaim-klaim kematian dan luka serius yang diakibatkan karena kecelakaan berkendaraan. Ia juga telah bekerja sebagai seorang pelobi bagi Badan Pembuat Undang-Undang Utah (Utah Legislature) dan Departemen Asuransi di negara bagian Utah. Sebagai seorang pemuda, ia menerima panggilan misinya ke Misi Singapura tetapi tidak lama setelah itu nama misinya diubah menjadi Misi Asia Tenggara. Setelah melayani beberapa bulan di Singapura, dia dikirim untuk melayani di Indonesia. Penatua Ezra Taft Benson telah mendedikasikan Indonesia bagi pekerjaan misi beberapa bulan sebelumnya. Presiden Marchant tiba di Indonesia pada tahun 1970 dan melayani di kota Jakarta, Bandung, dan Bogor. Pengalamannya di Gereja mencakup sebagai sekretaris cabang, penasihat dalam keuskupan, juru tulis cabang, guru Pratama, dan presiden misi wilayah. Ia dilahirkan dan dibesarkan di Salt Lake City, Utah, dan lulus dari University of Utah pada jurusan keuangan. Ia bertemu Sister Marchant di sebuah pernikahan dan sepuluh bulan kemudian mereka menikah di Bait Suci Salt Lake. Mereka adalah orang tua dari delapan anak – 4 putra dan 4 putri. Semua putra dan seorang putri mereka telah melayani misi penuh-waktu – semuanya melayani di misi yang berbahasa Spanyol. Mereka memmiliki 9 cucu.

Sister Marchant juga dilahirkan di Salt Lake City, Utah, menghadiri University of Utah dan lulus dengan gelar di bidang Medical Technology, serta pernah melayani sebagai pekerja sejarah keluarga, sekretaris Lembaga Pertolongan wilayah, presiden Pratama lingkungan, penasihat dalam presidensi Lembaga Pertolongan, dan pemimpin pelayanan kasih Lembaga Pertolongan. Setelah anak-anak mereka lahir, Sister Marchant bekerja satu malam setiap minggu pada bank darah di Rumah Sakit LDS, tetapi menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membesarkan anak-anak mereka dan menciptakan suasana yang baik di dalam keluarga mereka.









Presiden Dean C. dan Sister Margaret J.
JENSEN

Jul 2004 - Jun 2007

Dari Juli 2004 hingga Juni 2007, presiden misi yang memimpin adalah Presiden Dean C. Jensen. Ia dan istrinya, Margaret Jean Jensen, adalah anggota dari Wilayah Mesa Arizona Salt River. Sebelum panggilan mereka sebagai presiden misi dan istri, mereka telah melayani bersama di Jakarta, Indonesia; Oaxaca, Mexico; dan Jameson, Missouri. Sewaktu muda, Presiden Jensen melayani sebagai misionaris di Misi Northern Indian. Pengalaman di Gereja dari Presiden Jensen termasuk sebagai jurutulis wilayah, sekretaris pelaksana wilayah, presiden Remaja Putra wilayah, anggota dewan tinggi, uskup dan pembina pramuka. Ia lulus dengan gelar BS di Business Administration dari Universitas Nevada, Las Vegas dan menjalankan perusahaan konstruksi pribadinya selama 30 tahun membangun rumah-rumah tinggal, gedung-gedung komersial/industri dan restoran-restoran. Ia dilahirkan pada tanggal 14 Juli 1946 di Boise, Idaho dengan orang tua Weldon Tolman dan Roma Condie Jensen. Ia dan Sister Jensen dinikahkan di Bait Suci Mesa pada tahun 1967. Mereka adalah orang tua dari 7 anak dan memiliki 13 cucu.

Selain pelayanan mereka sebagai misionaris, Sister Jensen pernah melayani sebagai penasihat di presidensi Remaja Putri wilayah, misionaris wilayah, presiden Lembaga Pertolongan lingkungan, presiden Remaja Putri dan guru Ajaran Injil. Sister Jensen dilahirkan di Safford, Arizona dengan orang tua Grover Lamro dan Margaret Elaine Russell Hoopes.



 

 
Ibadah Hari Minggu Kami

Pelayanan peribadatan utama keluarga kami disebut pertemuan sakramen. Pertemuan ini diadakan di gedung-gedung pertemuan kami pada hari Minggu dan berlangsung kira-kira 70 menit. Para pengunjung diperbolehkan untuk menghadirinya. Adalah lazim bagi keluarga-keluarga untuk hadir, dan kami terbiasa untuk membawa anak-anak sebagai bagian dari jemaat.

Sebuah pertemuan yang khas akan terdiri dari hal-hal berikut ini:

Nyanyian Rohani: Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan oleh jemaat (buku nyanyian rohani tersedia).

Doa: Diucapkan oleh para anggota Gereja setempat.

Mengambil Bagian Dalam Sakramen (perjamuan kudus): Sakramen diedarkan kepada para anggota jemaat.

Pembicara: Biasanya sebuah pertemuan akan memiliki dua atau tiga pembicara yang ditugasi.

Kami tidak mengedarkan nampan untuk meminta sumbangan sebagai bagian dari pelayanan kebaktian.

Pertemuan Tambahan

Para pengunjung juga diperbolehkan untuk menghadiri pertemuan-pertemuan hari Minggu lainnya yang mendahului atau setelah pertemuan sakramen:

  • Kelas-kelas Sekolah Minggu diadakan bagi setiap kelompok usia, dimulai dengan usia 12 tahun.
  • Pertemuan Pratama terdiri dari sebuah kebaktian kelompok dan kelas-kelas berdasarkan usia bagi anak-anak usia 3 sampai 11 tahun.
  • Kelas penitipan anak tersedia bagi anak-anak kecil, usia 18 bulan sampai 3 tahun.
  • Pertemuan Remaja Putri menyediakan kelas-kelas bagi mereka yang berusia 12 sampai 17 tahun.
  • Pertemuan Lembaga Pertolongan adalah bagi para wanita yang berusia 18 ke atas.
  • Pertemuan Imamat menyediakan kelas-kelas sesuai usia bagi para pria yang berusia12 tahun ke atas.

Pertemuan sakramen dan pertemuan-pertemuan lainnya dapat diadakan dalam urutan yang berbeda, bergantung pada preferensi dari para pemimpin.

Pakaian Yang Pantas

Mereka yang hadir cenderung akan mengenakan pakaian Hari Minggu terbaik mereka, yang dapat meliputi setelan jas, sport coats [mantel], dasi bagi pria dan blus dan bawahan bagi wanita. Anak-anak juga mengenakan pakaian hari Minggu.

Informasi Bermanfaat

Jemaat setempat kami dipanggil di lingkungan-lingkungan (cabang-cabang). Pemimpin rohani dari setiap lingkungan disebut uskup (atau presiden cabang untuk cabang-cabang). Dia adalah anggota jemaat yang telah diminta untuk melayani sebagai sukarelawan dalam jabatan ini. Karena kami memiliki pelayan biasa daripada pendeta yang dibayar, semua pelayanan Gereja bersifat sukarela.