|
“ Sungguh … Ini Ibarat Berkat dari Langit”
1 Tahun Pasca Pembangunan Proyek Air Bersih LDSC Ngadirojo
Oleh: Haryono Soemadi
Beberapa warga di kawasan Desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, yang ditemui pada Selasa siang (4/10/11), begitu bersemangat ketika ditanyai tentang bagaimana perubahan kehidupan sehari-hari mereka setelah satu tahun pembangunan proyek air bersih yang didanai oleh Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir di desanya.
“Kami sungguh sangat terbantu. Yang pasti kami ,khususnya anak-anak kami, jauh lebih sehat dibanding sebelumnya. Pada tahun 90-an air bersih ibarat emas. Kami harus membelinya. Seringkali saya harus berjalan kaki 2,5 km, dua kali sehari guna memperoleh 3-4 jerigen dari sumber air di bagian atas desa ini. Jika musim kemarau kami bisa seharian berjuang memperoleh air bersih bagi kebutuhan kami sekeluarga” kata seorang ibu rumah tangga, Parsih (47).
“Sumber air di atas jauh dari layak. Selain untuk konsumsi juga dipakai untuk cuci-mencuci serta buang air bagi seluruh warga di sini. Kala itu warga hanya mandi sekali sehari. Bak penampungan seringkali sangat kotor dan menjadi habitat nyamuk“ timpal Margono (42), Kepala Dusun Ngadirojo sambil menuturkan kejadian endemik penyakit demam berdarah pada tahun 2008 yang melanda kawasan ini.
Kekeringan kronis yang warga alami secara turun-temurun ini membawa hikmah bagi warga. Mereka menjadi bijak dalam memanfaatkan air bersih. Melalui pengaturan Badan Pengelola Sarana Air Bersih yang berbentuk koperasi, diterapkan sistem meteranisasi bagi warga. Pengaturan ini memungkinkan desa-desa tetangga di kawasan Tengaran, Kabupaten Semarang ikut menikmatinya. Menurut Margono, beberapa bulan yang lalu telah berdiri sebuah industri batako di desa tersebut yang juga memanfaatkan pasokan air bersih bagi proses produksinya.
“ Ada 2 warga di sini yang merintis budidaya lele dengan memanfaatkan limbah air Rumah Tangga. Namun mayoritas memanfaatkannya untuk menyirami tanaman sayuran di halaman rumah mereka” katanya menambahkan.
Kepala Desa Ngadirojo, Haryoko (39) ketika ditemui di kantornya menyatakan :”Dalam setiap rapat kerja di kantor pemerintah kabupaten saya selalu berbicara tentang peran Gereja Yesus Kristus dalam pekerjaan kemanusiaan ini. Berkat jasanya beberapa bulan yang lalu kawasan desa ini dideklarasikan sebagai ODF (Open Defication Free) di hadapan Menteri Keuangan RI. Kami juga dijanjikan HID (Hibah Insentif Desa) sebesar Rp 200 juta untuk menopang kelestarian sanitasi dan kesehatan masyarakat di sini. Sungguh … Ini ibarat sebuah berkat dari langit!” ujarnya mantap.
|