|
 Anggota Gereja cabang Yogyakarta bersama kaum muda-mudi di Solo untuk mengemas bantuan senilai Rp 225 juta berupa hygienis-kit,bantal dan selimut serta pakaian bayi yang dijahit sendiri ibu-ibu Lembaga Pertolongan dari Jakarta, biscuit,selimut serta sarung serta berbagai keperluan sanitasi termasuk pembalut wanita, bahan makanan pokok mulai dari beras, gula, bihun, ikan asin, bumbu dapur – bagi keperluan darurat sekitar 3800 jiwa pengungsi yang dievakuasi ke Desa Ketonggeng.
(Sabtu, 30 Oktober 2010)
Menggunakan Gereja Jl. Diponegoro Yogyakarta sebagai Posko Bantuan Korban Bencana Merapi, - persis sama dengan ketika terjadi gempa tektonik yang meluluhlantakkan Bantul beberapa tahun silam, - LDSC dengan dikomandoi Sister Bertha Suranto dengan cepat merekrut dan mengorganisir anggota Gereja cabang Yogyakarta bersama kaum muda-mudi di Solo untuk mengemas bantuan senilai Rp 225 juta berupa hygienis-kit,bantal dan selimut serta pakaian bayi yang dijahit sendiri ibu-ibu Lembaga Pertolongan dari Jakarta, biscuit,selimut serta sarung serta berbagai keperluan sanitasi termasuk pembalut wanita, bahan makanan pokok mulai dari beras, gula, bihun, ikan asin, bumbu dapur – bagi keperluan darurat sekitar 3800 jiwa pengungsi yang dievakuasi ke Desa Ketonggeng sekitar 4 km utara Kota Muntilan di lereng barat daya Merapi yang telah dipetakan sebelumnya sebagai daerah bencana yang perlu mendapat perhatian. Aksi sosial ini juga diwarnai dengan keterlibatan beberapa relawan dari mitra-mitra kerja Sister Bertha dari Jakarta: Asosiasi Perfilman, extra-L, Grafiti yang akan mendonasikan sekitar Rp 25 juta pada hari Minggu berikutnya. Terdapat juga sumbangan dari rekan-rekan alumni UGM dan titipan kue-kue dari masyarakat yang berempati dengan kegiatan sosial ini.
Bapak Rionta, dosen agama Kristen Magelang yang menjadi mitra pemberi informasi yang menyempatkan datang dengan 1 buah truk Akademi Militer Magelang nyaris tidak percaya dengan besarnya bantuan serta anthusiasme relawan Gereja dalam kerja sosial ini :” Sebanyak itukah yang Gereja akan berikan kepada kami ? Luar biasa!..........Gereja ini telah menjadi berkat bagi banyak orang” katanya yang terus diulang.
Rombongan yang terdiri dari 2 buah truk besar, 1buah mobil boks dan beberapa mobil penumpang berangkat menuju lokasi setelah Country Director LDSC Indonesia yang baru Elder dan Sister Meredith datang dari Jakarta melalui Solo. Bersama beliau berangkat para pemimpin Distrik dan Cabang serta para relawan Gereja yang membantu bongkar muat barang.
“Ini adalah hasil dari sumbangan puasa anggota Gereja kami dari seluruh dunia. Mereka tidak mengenal Anda namun kami mengasihi Anda semua” sambut Elder Meredith di hadapan ratusan pengungsi di posko Desa Ketonggeng setelah sedikit upcara serah terima simbolis yang dipandu Sister Bertha.
“Kami sangat berterima kasih terhadap perhatian dan kepedulian Gereja akan penderitaan warga kami. Ini telah memberikan semangat dan penghiburan bagi warga desa kami yang hampir putus asa menanggung musibah yang tidak kami ketahui kapan akan berakhir……….Semoga Tuhan memberkati hati Anda yang mulia ini” tanggap bapak L. Karim Carik Desa Ketonggeng yang selama hampir 3 hari siang malam berjaga melayani warganya.
Suasana yang semula sendu berangsur-angsur bergairah ketika Sister Bertha dengan didampingi Sister Meredith dan Sister Grover membagikan kain bayi, bantal dan selimut bagi para ibu yang memiliki bayi.Seorang ibu muda Tarni (20 th) yang menggendong anak ketiganya yang berumur 3 bulan , menyeka air matanya yang menetes karena terharu menerima 1 lembar selimut tebal untuk buah hatinya :”Terima kasih. Semoga Tuhan yang Maha Pengasih yang membalas budi Anda semua” katanya lirih. Beberapa ibu muda dan bahkan paro baya turut bergabung memenuhi ajakan Sister Bertha menyanyikan “Di sini senang, di sana senang……” untuk mengusir kesedihan para ibu-ibu pedesaan di sore yang mengharubirukan perasaan ini.
“ Saya merasa berbahagia mengikuti aksi sosial ini ….Semakin sering saya ikut terlibat dalam membantu saudara-saudara kita yang menderita seperti mereka, semakin besar rasa sukacita dan kebahagiaan di dalam sanubari saya” komentar Friska (20) relawati termuda dari cabang Solo Tengah yang ikut mengambil bagian dalam aksi sosial ini.
Haryono Soemadi |