|
Laporan Bantuan Merapi – Sabtu, 6 November 2010 |
|

Hari ini kami memulai kerja jam 8:30 pagi. Barang-barang tersisa kami muatkan ke dua truk militer dan satu mobil pick-up. Kami berpencar menuju dua daerah: satu truk dan mobil pick-up berangkat menuju Muntilan (112 kilometer dari Solo atau 32 kilometer dari Merapi) yang merupakan daerah yang paling terpengaruh. Satu truk lainnya menuju Boyolali (32 kilometer dari Solo atau 32 kilometer dari Merapi).
Kendaraan meninggalkan gedung Gereja jam 12 siang. Saya menuju Boyolali sementara itu pasangan misionari menuju Muntilan. Di Boyolali kami membongkar barang muatan di barak militer yang kebetulan memiliki dapur umum untuk menyediakan makanan bagi orang-orang yang terlantar yang juga letaknya dekat dengan penampungan mereka. Saya mengunjungi dua penampungan besar yang masing-masing memiliki lebih dari 2,000 orang terlantar. Saya menemukan masalah yang sama: kebersihan dan kekurangan makanan. Semua sekolah di kota itu ditutup dan dijadikan tempat penampungan. Saat ini Kabupaten Boyolali memiliki lebih dari 33,000 orang terlantar. Saya percaya daerah Muntilan mungkin memiliki lebih banyak lagi. Lahar dingin, runtuhan dan debu terus dimuntahkan dari kawah Merapi. Elder Meredith menelepon saya dari Muntilan dan memberitahukan saya bahwa kota itu seperti kota tak berpenghuni. Semua tumbuhan mati, banyak rumah tradisional runtuh karena beratnya abu pada atap. Dibutuhkan 4 jam dari Solo ke Muntilan yang sebetulnya jaraknya hanya 44 kilometer. Tim bantuan Muntilan kembali ke Solo jam 10:30 malam dan mengakhiri usaha-usaha bantuan hari Sabtu itu.
Kami berencana untuk bertemu hari Minggu jam 2 siang untuk mengkaji usaha bantuan tahap ke-2 serta mendiskusikan apa yang seharusnya dilakukan Gereja dalam menjawab permohonan bantuan dari pemerintah Boyolali bagi beribu-ribu orang yang terlantar. Kami menerima berita malam ini bahwa semua ketibaan penerbangan internasional dibatalkan karena bahaya debu Merapi.
Kami sangat bersyukur kepada para misionari serta pasangan misionari dan para relawan-relawati yang telah melakukan pelayanan mereka yang mulia untuk membantu yang membutuhkan. Kami berterima kasih kepada semua yang tak henti-hentinya berdoa serta mendukung kami!!
Terima kasih,
Subandriyo |