FITUR CERAMAH MINGGUAN

Syukur kepada Allah

Betapa lebih baiknya jika semua dapat lebih sadar akan pemeliharaan dan kasih Allah serta menyatakan rasa syukur itu kepada-Nya.
PESAN PEMIMPIN AREA ASIA

Sukacita dari Kebangkitan

Melalui kebangkitan-Nya, Juruselamat menyatakan bahwa Dia telah mengatasi kematian. Semua yang Dia ajarkan adalah kebenaran dan apa yang Dia janjikan akan terpenuhi.
Penatua
Joseph Chung
Share to Linkedin Share to Google 
> MormonTV
> Pustaka Media OSZA
-----
Kami menyediakan
Kitab Mormon
secara cuma-cuma
Dua Rasul ke Asia

DUA ORANG RASUL MENGUNJUNGI ASIA - SUATU PERBATASAN BESAR GEREJA


Elder Jeffrey R. Holland dalam suatu pertemuan Gereja di Hong Kong.

Elder Jeffrey R. Holland dalam suatu pertemuan Gereja di Hong Kong.Dua orang Rasul baru-baru ini mengunjungi beberapa negara Asia – bertemu dengan beribu-ribu anggota dan menyaksikan saat-saat “pionir” Gereja di  belahan dunia di mana setengah penduduk dunia ini berada dan menyebutnya rumah.

"Ke manapun kami pergi ada roh yang indah,” kata Elder Jeffrey R. Holland, yang berada di Asia bersama Elder David A. Bednar, yang keduanya adalah para anggota Kuorum Duabelas Rasul. "Para anggota di Asia berada di luar garis batas Gereja dan jarang mendapat kunjungan Para Pembesar Gereja, tetapi mereka benar-benar ramah  dan terbuka. Kami kembali ke rumah dengan perasaan yang penuh suka cita."

Gereja di Asia masih muda tetapi sedang berkembang, papar Elder Bednar, tambahnya, "Ini merupakan bagian yang subur dari dunia di mana Gereja sedang memberikan pengaruh yang baik kepada kehidupan berjuta-juta umat manusia."

Meskipun dihuni oleh penduduk yang padat, kedua Rasul setuju bahwa Asia berdiri sebagai salah satu garis batas yang penting bagi Gereja. Asia adalah daerah yang memiliki banyak kesempatan, potensi serta para anggota yang patuh yang menerima panggilan untuk menjalankan misi, memimpin distrik-distrik dan cabang-cabang serta memelihara keluarga mereka dalam injil dengan mata tertuju dan terpusat pada berkat-berkat bait suci. Sebagai hasilnya, para jemaat menikmati kedewasaan rohani meskipun keadaan Gereja masih kecil dan baru di Asia.


Elder David A. Bednar, kedua dari kanan, Elder Carl B. Pratt, kiri jauh, dan Elder Joshua Subandriyo, kanan jauh, Area Tujuh Puluh, dengan para anggota Pasak Indonesia Jakarta, dari kiri, Presiden Nugroho Eko Putranto, penasihat pertama, President Subiantoro Djarot, dan Presiden Sugiyanto, penasihat kedua.

"Selalu antara tahun 1830 atau 1840 di suatu tempat di Gereja "tambah Elder Holland, "dan di Asia, kira-kira tahun 1840" dalam hal perkembangan Gereja. "Kita selalu memulai di suatu tempat dan bagian-bagian di Asia memulainya dengan indah."

Para pemimpin Gereja mengadakan perjalanan dengan istri-istri mereka, Sister Patricia Holland dan Sister Susan Bednar, untuk memimpin peninjauan ulang tahunan Area Asia. Elder Jay E. Jensen Presidensi Tujuh Puluh juga ikut serta dalam peninjauan ulang serta hadir dalam berbagai pertemuan di berbagai negara yang dikunjungi. Dia ditemani oleh istrinya, Sister Lona Jensen. Para Pejabat Gereja ini bertemu di pusat Area Asia di Hong Kong dan ditemui oleh presidensi area, Elder Anthony D. Perkins, Elder Kent D. Watson dan Elder Carl B. Pratt dari Tujuh Puluh.


Elder David A. Bednar, istrinya, Sister Susan Bednar, serta para pejabat yang berkunjung lainnya berpose untuk difoto bersama Area Tujuhpuluh dan para misionari dari Misi Jakarta Indonesia. Kunjungan baru-baru ini memberikan para Pejabat Umum Gereja suatu kesempatan untuk bertemu dengan para anggota.

Peninjauan ulang tahunan Area memungkinkan para anggota Kuorum Duabelas untuk tetap mengikuti apa saja yang terjadi – baik dari segi rohani maupun duniawi – di daerah tersebut, termasuk pekerjaan missionari, kepemimpinan dan perkembangan keimamatan, pekerjaan sejarah keluarga, pendidikan Gereja, ibadah bait suci serta pelayanan kemanusiaan. Peninjauan ulang area juga memberikan kesempatan bagi Para Pemimpin Pusat Gereja dan kepemimpinan area untuk bertemu dengan beribu-ribu anggota dalam konferensi kepemimpinan imamat, konferensi pasak, pertemuan pemuda-pemudi lajang serta pertemuan misionari.


Elder Jay E. Jensen menekankan asas-asas injil dalam nasihatnya kepada para anggota yang tinggal di Area Asia yang padat penduduknya.

Di samping bertemu dengan para anggota dan para pemimpin keimamatan di Hong Kong, Elder Holland mengunjungi India dan Mongolia. Perjalanan Elder Bednar di luar kantor pusat area termasuk kunjungan ke Indonesia, Vietnam, Malaysia dan Taiwan. Para anggota  presidensi area juga berperan serta dalam banyak pertemuan. Para Pemimpin Pusat dari Gereja ini memimpin acara tanya jawab dalam berbagai pertemuan, termasuk beberapa yang disiarkan kepada mereka yang bertempat tinggal jauh. Pertemuan seperti ini menolong Para Pemimpin dari Pusat yang sedang berkunjung ini untuk belajar tantangan-tantangan khusus yang dialami Gereja di setiap negara.

Meskipun perbedaan budaya serta ekonomi terdapat pada orang-orang yang hadir didalam pertemuan. Para Pemimpin Pusat ini membagikan ajaran serta asas-asas injil yang universal seperti keilahian Yesus Kristus dan kebenaran serta kekuatan Kitab Mormon.

"Tetapi di setiap pertemuan ada sedikit perbedaan" kata Elder Holland. "Apa yang Anda katakan dalam suatu pertemuan, tidak harus sama dengan apa yang Anda katakan kepada yang lainnya. Anda mengikuti bimbingan Roh saja."

 
Paduan suara 101 orang tampil pada pertemuan anggota di Mongolia. Elder Jeffrey R. Holland mengawasi pertemuan itu menandakan kunjungan pertamanya ke Negara tersebut. Gereja masih muda di Mongolia, tetapi menikmati kematangan yang istimewa karena banyaknya para purna misionari.

Elder Jensen memperhatikan bahwa pesan Rencana Keselamatan serta kebenaran injil melintas ke semua  tradisi kebudayaan serta agama. Prinsip-prinsip tersebut mengaung kepada semua orang, bahkan di daerah di mana tidak ada tradisi Kristen yang panjang.

"Semakin sering saya melakukan perjalanan, semakin saya menemukan bahwa orang-orang pada dasarnya sama." Kata Elder Bednar. "Para anggota sedang berusaha untuk tidak terbujuk oleh pengaruh-pengaruh dunia. Mereka ingin menjalankan injil. Mereka menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana melawan godaan dan bagaimana mereka dapar memastikan bahwa mereka menjalankan injil di mana Roh Kudus dapat membimbing, membantu dan mengilhami mereka."

Walaupun Gereja masih muda di banyak negara di Area Asia, banyak anggota telah melayani misi dan berpengalaman dalam kepemimpinan Gereja serta pengetehuan akan injil.

Masing-masing Para Pemimpin dari Pusat ini kembali Salt Lake City setelah diperkaya dengan kenangan dari perjalanan mereka ke Area Asia ini.

 
Elder Jeffrey R. Holland berjabat tangan dalam sebuah pertemuan anggota.

Semua tahu kemampuan Presidensi Area Asia serta para Area Tujuh Puluh yang melayani di negara mereka masing-masing.  "Akan berada di mana kita di Gereja sebesar ini jika kita tidak memiliki anggota Tujuh Puluh seperti ini?" tanya Elder Holland.

Elder Jensen terilhami oleh tindakan tiga orang putri dari salah seorang presiden distrik di India yang tanpa sepengetahuan orang tua mereka, menyisihkan uang jajan mereka untuk ditabung untuk perjalanan ke baitsuci yang mereka impikan. .

"Putri-putri tersebut sekarang dibesarkan di bawah perjanjian bait suci," katanya.

Kunjungan Elder Bednar ke Indonesia menandai kedatangannya kembali ke negara yang pertama kali dikunjunginya bersama Presiden Boyd K. Packer pada tahun 2004 saat tsunami yang menghancurkan itu terjadi.  Saat itu Presiden Packer bertindak sebagai president Kuorum Duabelas Rasul dan yang sekarang adalah presiden kuorum tersebut, Dalam kunjungannya yang kedua ke Indonesia, Elder Bednar turut serta dalam pengorganisasian Pasak Indonesia Jakarta. "Kami mendapatkan para anggota begitu taat, kuat dan penuh kasih ke manapun kami pergi,” katanya.


Elder Jeffrey R. Holland dan Elder David A. Bednar, disertai oleh Elder Jay E. Jensen dari Presidensi Tujuh Puluh, ikut serta dalam peninjauan Area Asia.

Sementara itu, Elder Holland dikuatkan oleh semangat yang ia saksikan di negara-negara “perbatasan” Gereja seperti India dan Mongolia. Bahkan di negara-negara yang ekonominya terguncang, dia bertemu dengan para anggota berbagai usia yang terlihat gembira, baik hati serta suka bernyanyi lagu-lagu rohani injil yang dipulihkan.

"Paduan suara 101 orang di Mongolia merupakan paduan suara yang sangat istimewa yang pernah saya lihat dalam suatu jemaat lokal," katanya.