FITUR CERAMAH MINGGUAN

Syukur kepada Allah

Betapa lebih baiknya jika semua dapat lebih sadar akan pemeliharaan dan kasih Allah serta menyatakan rasa syukur itu kepada-Nya.
PESAN PEMIMPIN AREA ASIA

Sukacita dari Kebangkitan

Melalui kebangkitan-Nya, Juruselamat menyatakan bahwa Dia telah mengatasi kematian. Semua yang Dia ajarkan adalah kebenaran dan apa yang Dia janjikan akan terpenuhi.
Penatua
Joseph Chung
Share to Linkedin Share to Google 
> MormonTV
> Pustaka Media OSZA
-----
Kami menyediakan
Kitab Mormon
secara cuma-cuma
Temu Remaja

TEMU REMAJA OSZA (TRO) SE-INDONESIA
SRIWEDARI RESORT, KARANGPANDAN
TAWANGMANGU, JAWA TENGAH, 29 Jun-01 Jul 2011

TEMAPasal-Pasal Kepercayaan ke-13
Kami per
caya harus jujur, benar, suci, baik hati, bajik, dan melakukan kebaikan kepada semua orang; sesungguhnya, kami boleh berkata bahwa kami mengikuti petuah Paulus – Kami percaya segala hal, kami mengharap segala hal, kami telah bertahan dalam banyak hal, dan berharap sanggup bertahan dalam segala hal. Jika ada apapun yang bajik, indah, atau dikatakan baik atau layak dipuji, kami mengupayakan hal-hal ini.

SUB TEMA Masa remaja adalah masa dengan kekuatan jasmani, sosial dan emosional yang besar. Kekuatan tersebut yang Anda miliki kaum mudaku, masih sangat murni dan bersih dan biarlah kekuatan itu tetap bersih jangan bernoda.

Engkau kaum muda Gereja, pengalaman-pengalaman akan engkau dapatkan, apa pun yang engkau hadapi tetaplah dengan pilihan benarmu.
Dunia akan engkau taklukkan dengan kekuatan Imanmu dan kepercayaanmu kepada Bapamu yang mengasihimu. Tanyakan kepada-Nya jika engkau tidak dapat menanggungnya.

Salam Kasih Kami Menyertai,
Presidensi Utama


SAMBUTAN ELDER SUBANDRIYO dari Dewan 70 Area: (dibacakan oleh Presiden Distrik Surakarta pada acara pembukaan TRO, karena beliau berhalangan hadir):

Kami menaruh harapan yang besar kepada Anda. Anda hidup di masa yang memiliki banyak kesempatan sekaligus tantangan. Tuhan yang mengetahui keadaan pada zaman akhir berfirman, “Dan lagi, Aku akan memberi kepadamu sebuah pola dalam segala hal, agar kamu boleh tidak tertipu; karena Setan tersebar luas di atas tanah ini, dan dia pergi menipu bangsa-bangsa” (A&P 52:14). Tuhan memberikan kepada kita POLA melalui kitab suci dan ajaran para nabi. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan POLA Presiden Thomas S. Monson yang diberikan kepada kita untuk mendapatkan hidup yang berhasil sekaligus mulia:

1. THINK BIG – Berfikirlah yang besar

Milikilah cita-cita dan berusahalah untuk mencapai cita-cita. Presiden Thomas S. Monson melanjutkan pesannya, “Ini bukanlah masa membuat goal-goal yang sempit, pencapaian yang asal-asalan atau pemikiran yang dangkal” (Be your Best Self-Thomas S. Monson, hal 120)

2. PREPARE WELL – Persiapkan dengan baik

Persiapan yang baik untuk hal-hal jasmani maupun rohani adalah suatu proses yang berkelanjutan. Persiapan yang baik untuk hal-hal jasmani maupun rohani adalah suatu proses yang berkelanjutan. Persiapan bukanlah seperti sebuah kran air yang hanya dibuka bila diperlukan. “Aturlah dirimu;

persiapkanlah setiap hal yang dibutuhkan....” (A&P 88:118).

3. LEARN WISDOM – Belajarlah kebijaksanaan

Dalam kamus bahasa Indonesia, bijaksana berarti selalu menggunakan akal budinya, arif, tajam pikiran, pandai dan hati-hati, cermat, teliti. Alma yang memahami sedemikian pentingnya kebijaksanaan menasihati putranya Helaman, “ Hai,ingatlah, putraku, dan belajarlah kebijaksanaan pada masa mudamu...” Alma 37:35).

4. WORK HARDBekerjalah keras

Presiden James E. Faust berkata “Saya telah belajar bahwa bagi kita yang memegang imamat (dan remaja putri) resep terbaik bagi keberhasilan adalah “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan kepadamu.” Keberhasilan tidak akan datang dengan segera karena itu memerlukan kerja keras. Sesungguhnya tidak ada jalan pintas menuju keberhasilan”.

5. LIVE RIGHT – Hiduplah dengan saleh

Para pemimpin Gereja menasihati kita semua agar kita bukan saja aktif diGereja tetapi lebih lagi aktif di dalam Injil.

6. SERVE WITH LOVE – Melayani dengan kasih

Juruselamat memperingatkan kita, “Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu” (Lukas 6:32). Juruselamat ingin agar kita menjangkau bagi mereka yang pemalu, menyendiri dan merasa rendah diri.

Saya bersaksi bahwa Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus hidup. Joseph Smith adalah nabi Allah dan bahwa Thomas S. Monson adalah nabi-Nya, yang hidup sekarang. Melalui para nabi, Tuhan memberikan POLA-Nya agar kita dapat mencapai yang berhasil sekaligus mulia, dalam nama Yesus Kristus, Amin.

Pesan-pesan Presiden Misi dan istri, yaitu Sister dan Presiden Groberg yang hadir pada acara penutupan tanggal 1 Juli 2011.

Sister Groberg membagikan pengalamannya:

Selama 30 tahun berumah tangga banyak tantangan yang dihadapi. Tetapi yang membantu untuk mengatasinya ialah Injil yang merupakan fondasi di dalam keluarganya. Tanpa Injil maka tidak akan menjadi seperti sekarang. Setiap mennghadapi tantangan selalu memohon bantuan kepada Allah. Sister Groberg memberikan petikan nasihat Presiden Gordon B. Hinckley: “Di manakah letak kekuatan Gereja? Bukan di dalam gedung atau Tabernakel, tetapi di dalam hati kita masing-masing. Di dalam kesaksian dan di dalam kehidupan kita masing-masing.”

Selanjutnya Presiden Groberg memberikan sambutannya yang hangat:

“Anda merupakan pemandangan yang indah. Meskipun di beberapa cabang hanya ada sedikit peserta, misalnya dari cabang Magelang ada enam orang, tetapi di Amerika ada banyak sekali remaja gereja. Jadi jangan merasa kesepian atau kecil sekali.

Komitmen yang sebaiknya anda buat:

1. Mengasihi Allah

2. Mengasihi sesama kita.

3. Melayani sebagai misionaris.

Anda juga hendaknya membuat komitmen di dalam keluarga, yaitu mengasihi orang tua, dan nenek moyang. Anda dapat memulainya dengan membuat sejarah keluarga Anda.

Dalam evaluasi pencapaian Kemajuan Pribadi, Pasak Jakarta Indonesia melaporkan pencapaian 99%. Dari Distrik Surakarta dilaporkan ada 2 orang yang lulus.

Selain itu pada acara penutupan telah ditetapkan 3 goal untuk TRO seluruh Indonesia 3 tahun ke depan:

  • Membaca Kitab Mormon edisi terbaru minimum 2 kali dalam 3 tahun
  • Mengunjungi dan mengaktifkan remaja yang tidak aktif di dalam cabang minimum 1 bulan sekali.
  • Service Project minimum 2 x setahun.

Itulah mutiara-mutiara yang sangat berharga yang kita dapatkan pada saat mengikuti TRO (Temu Remaja Osza).

GOAL-GOAL

Evaluasi dan Penetapan

Acara evaluasi dan penetapan  goal-goal diadakan pada hari ke tiga, pada upacara penutupan, yaitu tanggal 1 Juli 2011.

Evaluasi goal TRO se-Indonesia tiga tahun yang lalu di Ciloto. Pencapaian selama 3 tahun:

  1. Penemanan misi
  2. Mengikuti dan lulus seminari
  3. Menyelesaikan Tugas Kepada Allah bagi Remaja Putra (Repa) dan Kemajuan Pribadi bagi Remaja Putri (Repi).

Untuk point 1 dan 2 berhasil dicapai. Untuk point 3, Repi Pasak Jakarta berhasil mencapai 99%, dan dari Distrik Surakarta berhasil lulus dua orang.

Penetapan Goal untuk dicapai selama 3 tahun ke depan:

  1. Membaca Kitab Mormon edisi terbaru, minimum selesai 2 kali dalam 3 tahun.
  2. Mengaktifkan dan mengunjungi remaja yang tidak aktif di lingkungan atau cabang masing-masing, minimum 1 kali dalam 1 bulan.
  3. Service Project minimum 2 kali setahun.

Diharapkan goal-goal di atas akan menginspirasi para presidensi Remaja Putra dan Remaja Putri di lingkungan, pasak, atau cabang dan distrik, agar dalam membuat goal-goal mereka akan mengacu pada goal-goal yang telah ditetapkan di TRO sebagaimana disebutkan di atas.

Acara Temu Remaja seluruh Indonesia yang diadakan setiap tiga tahun sekali, kali ini digelar di Karangpandan, di sebelah timur kota Solo, di lereng gunung Lawu. Sekitar dua ratus lima puluh (250) peserta yang terdiri dari remaja putri dan remaja putra se Indonesia berkumpul, termasuk 8 orang peserta dari Medan dan para pengawasnya.

Pada hari pertama mereka belajar hal-hal yang rohani, ialah kelas Kemajuan Pribadi untuk para remaja putri dan Tugas Kepada Allah untuk para remaja putra pada hari pertama. Tak ketinggalan hal-hal yang bersifat jasmani yaitu di kelas-kelas yang mengajarkan tentang kemandirian dan berkencan.

Pada hari kedua mereka mengikuti bermacam-macam kegiatan yang menguras energi mereka di sebuah lembah dengan pemandangannya yang indah, yang dikeilingi bukit-bukit di tepi sebuah telaga kecil dan dipisahkan oleh selokan yang airnya jernih dan sejuk. Hanya saja, untuk menuju ke sana perlu ditempuh dengan menaiki truk-truk terbuka di jalanan naik turun yang mendebarkan. Di sanalah mereka mengikuti berbagai macam permainan lapangan.

Pada malam hari mereka menampilkan kebolehan mereka dalam acara malam bakat yang kreatif dengan tema kebudayaan Indonesia.

Selain itu, pelajaran yang berharga pada setiap jam bangun pagi diberikan oleh panitia untuk hidup seimbang secara jasmani dan rohani dengan berolah raga senam pagi. Juga pada hari ketiga, sesudah senam pagi diberikan pelajaran menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan service project. Para remaja putra, remaja putri dan pengurus membersihkan lapangan yang biasa dipakai untuk kegiatan, dengan memungut sampah-sampah sekecil apapun, termasuk bekas-bekas api unggun yang dinyalakan pada setiap malam.


Akhirnya tibalah hari ke tiga, yaitu acara penutup yang dihadiiri oleh Presiden Misi kita yang terkasih, Presiden George Groberg dan Sister Groberg. Inilah acara apresiasi berupa pembagian hadiah bagi para pemenang.

Sebelum berpisah para remaja diberikan kesempatan untuk mengungkapkan kesaksian mereka. Ada 32 remaja yang memanfaatkan kesempatan tersebut,  yang secara garis besarnya dituliskan sbb:

  • Merasa bersyukur telah dilahirkan di (dalam keluarga anggota) Gereja, orang tua yang membimbing di jalan yang benar yang mengajarkan seminari, dan bersyukur untuk program-program Gereja. Mereka percaya, hal itu akan menyebabkan pengaruh dunia luar tidak akan dapat mempengaruhi mereka.
  • Memperkuat iman kepada Presidensi Utama, karena mereka akan menolong untuk melewati masa-masa sulit.
  • Pelajaran yang mereka peroleh di dalam TRO menolong mereka untuk mempersiapkan diri untuk pergi ke bait suci.
  • Mereka dapat belajar untuk saling bekerjasama, saling melayani dan berbuat baik, saling menguatkan satu sama lain untuk bertahan sampai akhir.
  • Bersyukur dapat bergaul dengan teman-teman baru dari lain distrik yang memiliki standar yang sama. Mereka berbeda dengan teman-teman mereka yang di luar gereja, di sekolah dan di masyarakat.
  • Saling menolong untuk dapat tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan dan untuk dapat lebih percaya diri.
  • Para Remaja Putri merasa bersyukur karena TRO telah menolong mereka untuk  menjadi seorang Putri Allah yang lebih baik, lebih sempurna, dan mempersiapkan mereka untuk menjadi ibu yang baik dan menjadi terang bagi teman-teman mereka.
  • Mereka percaya bahwa Kitab 4 Standar dapat menguatkan mereka pada saat menghadapi godaan.
  • Mereka merasa termotivasi untuk hidup dalam standar yang tinggi, untuk berbuat baik dan tidak egois.
  • Mereka bersyukur telah belajar untuk hidup seimbang secara jasmani, rohani dan berolah raga.
  • Lebih beriman untuk memiliki keluarga kekal.
  • Lebih bersemangat untuk pergi misi.
  • Sepulang dari TRO semua remaja putra dan putri memberikan kesaksian di cabang-cabang dan lingkungan masing-masing penuh syukur dan suka cita karena telah mengikuti TRO.

Bagaimana tanggapan para orang tua sesudah remaja mereka mengikuti TRO?

Mewakili para orang tua yang lain, beberapa orang tua telah memberikan tanggapan tentang putra-putri mereka sesudah mengikuti TRO. Mereka bersyukur dengan adanya TRO, anak-anak dapat menjadi lebih mandiri. Mereka juga merasa senang bahwa remaja mereka dapat bergaul dengan teman-teman yang memiliki standar yang sama dan dapat membandingkannya dengan anak-anak di luar gereja, di sekolah dan di masyarakat. Bahkan ada di antara para remaja sampai sekarang masih melanjutkan berkomunikasi dan memelihara persahabatan mereka dengan teman-teman yang didapat di dalam TRO.