FITUR CERAMAH MINGGUAN
| Anak-Anak |

|
Saya bersaksi mengenai berkat besar dari anak-anak dan kebahagiaan yang mereka bawa dalam kehidupan ini dan dalam kekekalan. |
|
|
PESAN PEMIMPIN AREA ASIA
Patuhi Semua Perintah-Nya
|

|
Memperbarui perjanjian kita dan berkat-berkat yang dijanjikan membantu kita mematuhi perjanjian-perjanjian itu. |
|
Penatua Sam Wong
|

Beragam Situs Gereja (English)
|
Pesan Para Pemimpin
|
Patuhi Semua Perintah-Nya |
| Pesan Pemimpin Area Asia - FEB 2012 |
Patuhi Semua Perintah-Nya

oleh Penatua Sam Wong dari TujuhpuluhIn the October 2011 general conference, President Thomas S. Monson gave us this wise counsel – “There may be those of you who are thinking to yourselves, ‘Well, I’m not living all the commandments, and I’m not doing everything I should, and yet my life is going along just fine. I think I can have my cake and eat it too.’ Brethren, I promise you that this will not work in the long run” (“Dare to Stand Alone,” Liahona, Oct. 2011, 62). To me, our living prophet is raising his warning voice to help keep us stay in the narrow and strait path. We need to keep All His commandments.
As members of the Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, we made a covenant at our baptism. In the book True to the Faith, it states that “Your Baptismal Covenant - When you were baptized, you entered into a covenant with God. You promised to take upon yourself the name of Jesus Christ, keep His commandments, and serve Him to the end (see Mosiah 18:8-10; D&C 20:37). You renew this covenant each time you partake of the sacrament (see D&C 20:77, 79). Taking upon Yourself the Name of Jesus Christ - When you take upon yourself the name of Jesus Christ, you see yourself as His. You put Him and His work first in your life. You seek what He wants rather than what you want or what the world teaches you to want” (True to the Faith, 23).
In Mark 10 of the New Testament, a rich young man came unto Jesus and asked Him, “Good Master, what shall I do that I may inherit eternal life?” (Mark 10:17). In the past, I thought this young man could not have been a member of the Church. This year when I read this story again, I realized that I might have made a mistake. I think he could well be one of us who have already made our baptismal covenant. He ran and kneeled to Jesus Christ. He wanted to find out how he might inherit eternal life. He had a great desire to follow Jesus Christ and receive exaltation, just like us.
This rich young man knew Jesus Christ was a good master and he wanted to learn from Him. He had been observing from his youth the commandments, “Do not commit adultery, Do not kill, Do not steal, Do not bear false witness, Defraud not, Honour thy father and mother” (Mark 10:19).
In verse 21, “Then Jesus beholding him loved him, and said unto him, One thing thou lackest: go thy way, sell whatsoever thou hast, and give to the poor, and thou shalt have treasure in heaven: and come, take up the cross, and follow me.” When Jesus saw this young man, He loved him. Our Lord loved him so much that He gave this young man His loving invitation – to follow Him, the Savior of the world.
Verse 22 recorded the young man’s response, “And he was sad at that saying, and went away grieved: for he had great possessions.” Are we in the same situation at times? Not willing to give up everything or anything to follow our Savior. When we heard counsel given at General Conferences, did we go away grieved? Do our great or even small possessions hinder our progression along the strait and narrow path to eternal life? Do we really own our possessions or do our possessions own us instead? Are there things standing between us and our Savior that hinder us from making the best choice to seek the Lord’s kingdom first? Possessions come in many ways and forms. Do our possessions cloud our view in making the best choices? We have to prepare spiritually daily by keeping all His commandments and praying for the Holy Ghost to guide us in our choices.
Do you still remember the “Good, Better, Best” counsel wisely given by Elder Dallin H. Oaks in 2007 October’s general conference? Elder Oaks taught that “We should begin by recognizing the reality that just because something is good is not a sufficient reason for doing it. The number of good things we can do far exceeds the time available to accomplish them. Some things are better than good, and these are the things that should command priority attention in our lives…. We have to forego some good things in order to choose others that are better or best because they develop faith in the Lord Jesus Christ and strengthen our families” (“Good, Better, Best,” Liahona, Nov. 2007, 104, 107).
In the Book of Mormon, this counsel was recorded many times – “For the Lord God hath said that: Inasmuch as ye shall keep my commandments ye shall prosper in the land; and inasmuch as ye will not keep my commandments ye shall be cut off from my presence” ( 2 Nephi 4:4). Let us remember our baptismal covenant by observing the Sabbath every week and worthily partaking of the Sacrament. Renewing our covenants and promised blessings helps us keep them.
May we all be wise by “selling our possessions,” following Jesus Christ and prospering in His kingdom. May we all be joyfully keeping All His commandments is my prayer, in the name of Jesus Christ, Amen. |
|
|
Pesan Pengajar Berkunjung |
|
PESAN PENGAJARAN BERKUNJUNG FEBRUARI 2012 - Pesan selengkapnya...
Penjaga KeluargaAnda adalah yang mengasuh dan membentuk dalam diri mereka kebiasaan hidup mereka. Tidak ada pekerjaan lain yang sedemikian erat dengan keilahian seperti mengasuh para putra dan putri Allah.
PESAN PENGAJARAN BERKUNJUNG JANUARI 2012 - Pesan selengkapnya...
Mengawasi dan MelayaniSewaktu kita menyediakan pengawasan yang konsisten dan sungguh-sungguh, kita belajar bagaimana dengan paling baik melayani kepada dan memenuhi kebutuhan setiap sister serta keluarganya.
PESAN PENGAJARAN BERKUNJUNG DESEMBER 2011 - Pesan selengkapnya...
Lingkup yang Luas dari TindakanPeran serta dalam Lembaga Pertolongan memberi setiap sister kesempatan untuk membangun iman, memperkuat keluarga & rumah tangga, serta menyediakan pelayanan baik di rumah dan di dunia.
PESAN PENGAJARAN BERKUNJUNG OKTOBER / NOVEMBER 2011 - Pesan selengkapnya...
Jika Kita Tidak RaguPara wanita Orang Suci Zaman Akhir yang mengenali bahwa kekuatan mereka datang dari Pendamaian Tuhan tidak menyerah selama masa-masa sulit dan mengecilkan hati.
PESAN PENGAJARAN BERKUNJUNG SEPTEMBER 2011 - Pesan selengkapnya...
Memperkuat Keluarga dengan Meningkatkan KerohanianTidak pernah ada kebutuhan yang lebih besar untuk keluarga dan rumah tangga yang kuat.
|
|
PESAN PRESIDENSI UTAMA FEBRUARI 2012 - Pesan selengkapnya... oleh Presiden Henry B. Eyring Penasihat Pertama dalam Presidensi Utama
Mengimbau Mereka untuk BerdoaDan Dia menawarkan kepada kita, melalui doa dalam nama Putra-Nya, kesempatan untuk berkomunikasi dengan Dia dalam kehidupan ini sesering kita pilih.
PESAN PRESIDENSI UTAMA JANUARI 2012 - Pesan selengkapnya... oleh Presiden Thomas S. Monson Presiden
Menjalani Kehidupan yang BerlimpahSebuah kehidupan yang sarat dengan kelimpahan akan keberhasilan, kebaikan, dan berkat.
PESAN PRESIDENSI UTAMA DESEMBER 2011 - Pesan selengkapnya... oleh Presiden Henry B. Eyring Penasihat Pertama dalam Presidensi Utama
Pilihan untuk Menjadi BersyukurKetika kita kehilangan rumah kita, makanan untuk dimakan, atau kehangatan dari teman-teman serta keluarga, kita menyadari betapa kita hendaknya bersyukur ketika kita memilikinya.
PESAN PRESIDENSI UTAMA OKTOBER / NOVEMBER 2011 - Pesan selengkapnya... oleh Presiden Thomas S. Monson Presiden
Janji-Janji Berharga dari Kitab MormonPesan-pesannya merentang ke bumi dan membawa para pembacanya pada suatu pengetahuan tentang kebenaran. Adalah kesaksian saya bahwa Kitab Mormon mengubah kehidupan.
PESAN PRESIDENSI UTAMA SEPTEMBER 2011 - Pesan selengkapnya... oleh Presiden Dieter F. Uchtdorf Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama
Konferensi Umum — Tidak Ada Berkat BiasaPesan-pesan konferensi umum diberikan sebagai sebuah karunia dan berkat dari surga secara khusus untuk situasi kehidupan pribadi kita.
|
|
Mempersiapkan Diri bagi Rumah Tuhan |
| Pesan Pemimpin Area Asia - JAN 2012 |
Mempersiapkan Diri bagi Rumah Tuhan

oleh Penatua Anthony D. Perkins dari Tujuhpuluh Presiden Area AsiaPertanyaan yang paling sering diajukan kepada Presidensi Area Asia sewaktu kami mengunjungi Orang-Orang Suci Asia adalah: “Kapankah kita akan memiliki sebuah bait suci di Negara atau kota kami?” Kami memuji Anda atas kasih Anda bagi rumah Tuhan. Anda memahami nasihat Presiden Thomas S. Monson bahwa “semua berkat penting dan tertinggi dari keanggotaan dalam Gereja adalah berkat-berkat yang kita terima dalam bait suci Allah.” Izinkan saya menyarankan jawaban bagi pertanyaan Anda? Kita akan memiliki sebuah bait suci di Negara atau kota Anda ketika Tuhan mewahyukan melalui hamba-Nya, nabi, bahwa kita sebagai umat siap bagi perjanjian-perjanjian dan berkat-berkat bait suci. Kunci untuk pembangunan bait suci adalah persiapan pribadi dan kolektif kita.Tahun 1838, Tuhan berfirman kepada Joseph Smith: “Aku memerintahkanmu untuk membangun sebuah rumah bagi-Ku, untuk pengumpulan bersama para orang suci-Ku, agar mereka boleh menyembah-Ku. Dan biarlah ada awal dari pekerjaan ini, dan landasan, dan pekerjaan persiapan.” Kita masing-masing dapat melakukan tiga “pekerjaan persiapan” untuk meletakkan dasar bait suci tambahan di Area Asia. Saya bersaksi dan berjanji bahwa setiap pekerjaan persiapan ini mendatangkan berkat-berkat besar dalam kehidupan kita.
1. Menaati Perjanjian-Perjanjian Baptisan dan Imamat Pekerjaan persiapan pertama kita adalah untuk menaati perjanjian-perjanjian yang kita buat dengan Yesus Kristus ketika memasuki air pembaptisan dan ketika menerima imamat-Nya. Dengan menaati perjanjian-perjanjian pertama kita, kita memperlihatkan kesiapan kita untuk memasuki bait suci dan membuat perjanjian-perjanjian yang lebih tinggi dengan Allah.
Bait suci berfokus pada rencana keselamatan Bapa Surgawi dan kurban Pendamaian Yesus Kristus, dan kita mempersiapkan diri dengan mengambil sakramen secara layak setiap minggu. Dalam tata cara-tata cara sakramen mingguan kita memperbarui perjanjian-perjanjian baptisan kita untuk mengambil ke atas diri kita nama Kristus, selalu mengingat Dia, serta menaati perintah-perintah-Nya. Bait suci adalah Universitasnya Tuhan, dan kita mempersiapkan diri dengan berperan serta dalam pengajaran dan pembelajaran Injil pada hari Minggu, juga di Seminari dan Institut setiap hari. Sebagai pembelajar Injil yang terlibat, kita menaati perjanjian-perjanjian kita “untuk tekun mengindahkan firman tentang kehidupan kekal” dan “hidup dengan setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Bait suci adalah tempat kita melayani leluhur kita yang telah meninggal, dan kita mempersiapkan diri dengan melayani sesama kita yang masih hidup melalui tugas-tugas Gereja. Ketika kita meningkatkan pemanggilan kita, kita menaati perjanjian-perjanjian pembaptisan kita untuk “saling menanggung beban,” “berduka nestapa bersama mereka yang berduka nestapa,” dan “menghibur mereka yang membutuhkan penghiburan.” Bait suci memerlukan banyak pekerja dari sejumlah pasak untuk membantu para patron dalam melaksanakan tata cara-tata cara bait suci, dan kita mempersiapkan diri dengan mengundang keluarga serta teman-teman untuk datang kepada Yesus Kristus dan Injil-Nya yang dipulihkan. Sebagai misionaris-anggota, kita menaati perjanjian baptisan kita dengan “berdiri sebagai saksi Allah di segala waktu dan dalam segala hal, dan di segala tempat, dimana kamu boleh berada, bahkan sampai kematian.”
Saya mengajak Anda untuk memeriksa perilaku Anda dan mengambil tindakan untuk menaati dengan lebih baik perjanjian baptisan dan imamat Anda. Ketika Anda melakukannya, saya berjanji bahwa Roh Kudus akan menjadi pembimbing tetap Anda. Saya tahu bahwa sewaktu Anda menghormati dan menaati perjanjian-perjanjian Anda, Anda akan “diberkati secara melimpah dalam kefanaan dan menjadi memenuhi syarat bagi permuliaan” melalui tata cara-tata cara bait suci. 2. Membayar Persepuluhan Secara Penuh
“Pekerjaan persiapan” kedua kita adalah membayar persepuluhan secara penuh. Ketika kita mengembalikan kepada Tuhan sepersepuluh dari apa yang telah Dia berikan kepada kita, kita menyatakan syukur kita untuk kebaikan hati dan karunia-Nya. Kita juga memperlihatkan hasrat kita bagi berkat-berkat kekal-Nya melebihi keinginan kita akan hal-hal duniawi. Di zaman kita, Juruselamat mewahyukan kepada Joseph Smith pentingnya persepuluhan bagi mereka yang berhasrat untuk memasuki bait suci. Tuhan berfirman, “Lihatlah, inilah persepuluhan dan pengurbanan yang Aku, Tuhan, tuntut dari tangan mereka, agar boleh ada sebuah rumah dibangun bagi-Ku demi keselamatan Sion.” Setiap orang yang mencari dan memegang rekomendasi bait suci haruslah yakin—dalam kejujuran seutuhnya di hadapan pemegang imamat yang ditetapkan Allah—bahwa dia adalah pembayar persepuluhan penuh.
Mengapa para anggota di seluruh dunia, yang banyak di antaranya mungkin tidak memiliki cukup untuk kebutuhan harian mereka, diimbau untuk menaati hukum persepuluhan Tuhan? Sebagaimana yang Presiden Hinckley nyatakan di Cebu di Kepulauan Filipina, jika anggota “bahkan yang hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan … mau menerima Injil dan menjalankannya, membayar persepuluhan dan persembahan mereka, betapapun kecil jumlahnya, … mereka akan memiliki nasi dalam mangkuk-mangkuk mereka serta pakaian di badan mereka dan tempat berlindung di atas kepala mereka. Saya tidak melihat solusi lain apa pun.” Saya mengajak Anda untuk membayar persepuluhan secara penuh dan jujur. Bayarlah kembali kepada Tuhan terlebih dahulu sebelum membayar pengeluaran-pengeluaran Anda yang lainnya. Saya mengulangi janji Yesus kepada orang-orang Nefi bahwa Dia akan “membukakan bagimu tingkap-tingkap surga, dan mencurahkan kepadamu suatu berkat sehingga tidak akan ada cukup ruang untuk menerimanya.”
3. Berkurban untuk Menerima Tata Cara-Tata Cara Bait Suci “Pekerjaan persiapan” ketiga kita adalah berkurban untuk menerima tata cara-tata cara bait suci dan memperbarui perjanjian-perjanjian kita. Dengan melakukan itu, kita memperlihatkan kepada Tuhan hasrat tulus kita untuk kembali ke hadirat-Nya.
Sembilan bulan yang lalu, Nabi terkasih kita Thomas S. Monson menyatakan, “Beberapa pengurbanan serupa senantiasa berkaitan dengan pembangunan bait suci dan dengan kehadiran bait suci. Begitu banyak orang yang telah bekerja dan berjuang untuk memperoleh bagi diri mereka dan bagi keluarga mereka berkat-berkat yang terdapat di dalam bait suci Allah …. Mengapa begitu banyak orang rela memberikan begitu banyak agar menerima berkat-berkat bait suci? Mereka memahami bahwa tata cara-tata cara penyelamatan yang diterima di bait suci yang mengizinkan kita kelak untuk kembali kepada Bapa Surgawi kita dalam hubungan keluarga kekal dan untuk diberkahi dengan berkat-berkat dan kuasa dari atas adalah sepadan dengan setiap pengurbanan dan setiap upaya.” Detail dari pengurbanan Anda untuk menerima tata cara-tata cara bait suci mungkin berbeda bergantung pada usia dan keadaan hidup Anda, namun semangat pengurbanannya akanlah sama.
Untuk setiap remaja putra, dan remaja putri yang tertarik, pengurbanan bait suci Anda akanlah untuk melayani misi penuh-waktu. Anda akan mempersiapkan diri Anda secara rohani, menjaga diri Anda layak secara moral, dan memberikan sebanyak mungkin kontribusi keuangan untuk misi Anda. Setelah menerima panggilan misi Anda dari nabi Allah, dan sebelum pergi ke PPM atau sementara tinggal di PPM, Anda akan diberkahi “dengan kuasa dari atas” di dalam Rumah Tuhan. Saya menyampaikan kepada Anda undangan Presiden Monson dari Konferensi Umum Oktober 2011 lalu ketika dia menyatakan, “Para remaja putra, saya menasihati Anda untuk mempersiapkan diri bagi pelayanan sebagai misionaris.” Saya menjanjikan kepada Anda berkat-berkat rohani, jasmani, dan keluarga yang tak terkatakan dari pelayanan penuh waktu ini dalam perkara Tuhan. Untuk remaja putra dan putri lajang yang memikirkan pernikahan. Pengurbanan bait suci Anda akanlah meninggalkan tradisi leluhur Anda berkenaan dengan pernikahan. Alih-alih menghabiskan banyak uang untuk mahar dan hadiah mewah serta pernikahan sipil yang megah dengan banyak keluarga dan teman, baik anggota maupun nonanggota, Anda akan mendaftarkan pernikahan Anda atau mengadakan upacara sipil sederhana sebagaimana diminta oleh hukum setempat. Anda akan menabung uang dan merencanakan perjalanan Anda ke bait suci segera setelah pendaftaran pernikahan Anda atau upacara sipil yang sangat sederhana. Anda akan menjadikan pemeteraian bait suci untuk waktu fana dan sepanjang kekekalan fokus dari rencana pernikahan Anda, bukan sesuatu yang dipikirkan setelahnya. Setelah pulang ke rumah, Anda dapat mengadakan resepsi sederhana di gedung pertemuan dimana keluarga dan teman-teman Anda dapat merayakan pernikahan bait suci Anda. Saya menyampaikan kepada Anda, para anggota lajang, undangan Nabi Spencer W. Kimball, “Kami berharap agar kaum remaja akan bersedia untuk mengurbankan persiapan yang meriah dari pernikahan sipil mereka agar mereka … dapat pergi ke bait suci yang kudus bagi pernikahan mereka.” Saya menjanjikan kepada Anda bahwa generasi-generasi keturunan Anda akan bangkit dan menyebut Anda yang diberkati karena membuat keputusan dan melakukan pengurbanan ini.
Untuk para anggota yang tinggal dekat bait suci yang beroperasi di Taipei atau Hong Kong yang telah menerima tata cara-tata cara bait suci Anda sendiri, ajakan nabi terkasih kita yaitu “pengurbanan Anda dapatlah menyisihkan waktu dalam kehidupan Anda yang sibuk untuk mengunjungi bait suci secara rutin.” Saya berjanji bahwa “tidak ada sekutu kejahatan akan memiliki kuasa” atas diri Anda dan keluarga Anda jika Anda adalah tamu tetap di Rumah Tuhan. Bait Suci Dibangun dari Kesengsaraan dan Kesaksian
Saya tahu bahwa sesungguhnya harinya akan tiba ketika Tuhan menyatakan kepada nabi-Nya lokasi-lokasi tambahan untuk membangun bait suci di Asia. Tetapi kita harus mengingat kesaksian terkini Presiden Monson. Dia menyatakan, “Bait suci lebih dari sekadar batu dan semen. Itu dipenuhi dengan iman dan puasa. Itu dibangun dari kesulitan dan kesaksian. Itu dipersucikan dengan pengurbanan dan pelayanan.” Saya bersaksi bahwa kunci untuk pembangunan bait suci adalah persiapan pribadi dan kolektif kita. Kita mempersiapkan diri dengan menaati perjanjian-perjanjian pembaptisan dan imamat kita, membayar dengan rasa syukur persepuluhan secara penuh dan jujur, dan berkurban untuk menerima tata cara-tata cara bait suci. Persiapan semacam itu mencerminkan dalamnya keinsafan kita kepada TuhanYesus Kristus dan hasrat kita untuk menerima berkat-berkat tertinggi dari Bapa Surgawi. Dalam nama Yesus Kristus, amin.
Dengan Teks: Penatua Anthony D. Perkins CATATAN
1. Presiden Thomas S. Monson, “The Holy Temple---a Beacon to the World,” Liahona, Mei 2011, 93. 2. A&P 115:8-9 3. Lihat A&P 20:77; Mosia 18:10 4. A&P 84:43-44 5. Lihat A&P 84:33 6. Mosia 18:8-9 7. Mosia 18:8-9 8. Buku Pegangan 2, 2.1.3. 9. A&P 97:12 10. Presiden James E. Faust, “Membuka Tingkap-tingkap Langit,” Liahona, Januari 1998, 67. 11. 3 Nefi 24:10 12. Presiden Thomas S. Monson, Liahona, Mei 2011, 92. 13. Presiden Thomas S. Monson, “Sampai Kita Bertemu Lagi,” Liahona, November 2010, 111. 14. A&P 95:8; also A&P 43:15-16; 105:10-11 15. Presiden Spencer W. Kimball, “Marriage---The Proper Way,” New Era, Feb. 1976, 6. 16. Lihat Mazmur 31:28; Lukas 1:48; A&P 107:54; Abraham 2:10 17. Presiden Thomas S. Monson, Liahona, Mei 2011, 92. 18. A&P 109:26; lihat 24-26 19. Presiden Thomas S. Monson, Liahona, Mei 2011, 92. |
| Pesan Pemimpin Area Asia - OCT/NOV 2011 |
Kitab Mormon

oleh Elder Gerrit W. Gong dari Tujuhpuluh Penasihat Kedua dalam Presidensi Area Asia
I bear witness of the Book of Mormon – Another Testament of Jesus Christ.
The Introduction to the Book of Mormon “[invites] all men [and women, young men and young women, and children] everywhere to read the Book of Mormon, to ponder in their hearts the message it contains, and then to ask God, the Eternal Father, in the name of Christ if the book is true.”
This invitation is to each of us. We may live in this country or that country. We may have been raised in this or that cultural, political, or religious tradition. We may have less or more wealth. We may have less or more education. We may be less or more comfortable or satisfied with life. We may be young or old, single or married, part of a small or large family.
Whoever we are and wherever we may be, the divine invitation to read the Book of Mormon, ponder in our hearts its message, and then to ask God in the name of Christ if it is true is to each of us.
The promise of the Book of Mormon is also for each of us. The promise is this: each person who reads, ponders, and asks in faith “will gain a testimony of its truth and divinity by the power of the Holy Ghost.”
This is a great promise. It never fails because it comes from God. It is manifest through the power of the Holy Ghost.
The Holy Ghost testifies of the Father and the Son. The Holy Ghost is the Comforter, the Holy Spirit, the Spirit of God. We sometimes feel the Holy Ghost as spiritual warmth, as though a light were shining into and through us. We sometimes describe His influence as a still, small voice – though His is often a voice we feel as much as hear.
It is easier for the Holy Ghost to be with us if we invite Him by pure hearts and clean hands. Pure hearts and clean hands do not refer to our work. Hands which labor in the soil can be the cleanest hands. Hearts which reach out to others, including those who carry sorrows, mourning, or distress, can be the purest hearts.
A promised testimony of truth and divinity comes by study and faith and by personal revelation. It is said one of the great miracles in the universe is that He who is all knowing, all wise, and all powerful, is also all loving, all kind, and all compassionate. To learn of truth and divinity is truly a great blessing.
But there is more.
We can also “come to know by the same power that Jesus Christ is the Savior of the world, that Joseph Smith is his revelator and prophet in these last days, and that The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints is the Lord’s kingdom once again established on the earth, preparatory to the second coming of the Messiah.”
Please consider these three essential truths.
First, Jesus Christ is the Savior of the world. Jesus Christ lives. He loves us. There is purpose and design and beauty in the world. Our Father in Heaven and His Son have provided a Plan of Happiness to bless us and our families.
I know Jesus Christ is our Savior. I know by His infinite and eternal love we can find peace, strength, and joy.
Second, God speaks to modern-day revelators and prophets. The first prophet in this dispensation of time is the Prophet Joseph Smith. Our prophet today is President Thomas S. Monson.
This week I heard President Monson testify of our Savior, His Gospel, the Atonement, and our individual responsibility to love and serve. I know President Monson is our living prophet today.
Third, The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints is the Lord’s kingdom once again established on the earth, preparatory to the second coming of the Messiah.
To me, this includes the Lord’s again entrusting His priesthood power and authority to bless individuals and families across the earth, including through sacred temple ordinances. To me, this means the Lord as the Promised Messiah is preparing to come again to the earth to bring lasting happiness and peace.
I know “God shall wipe away all tears from [our] eyes” (Revelation 7:17) -- except our tears of joy when we find ourselves clean and pure, together with our families and loved ones, sealed by priesthood authority in love, to rejoice in the goodness of our Heavenly Father and His Son and our love for each other.
Three further thoughts.
In some countries or situations, translation of the full Book of Mormon may not yet be available. Please still accept invitation to read, ponder, and ask about the Book of Mormon and receive its promised blessings. Please be obedient and do the best we can with what we have available. If a single translated sentence of the Book of Mormon is all that is available, even that can bring the power and witness of the Holy Ghost.
Some of us may not read or read very well. The Book of Mormon invitation and promise are still for us. I know dear members who could not read when they were first introduced to the Book of Mormon. One sweet sister taught herself to read during her breaks at work by reading the Book of Mormon.
Some of us have faithfully read the Book of Mormon for years. The invitation and promise of the Book of Mormon are still for us. Each time, on each page, as I read the Book of Mormon reverently and with an open mind and heart, I find new insights and new testimony of its truth and divinity.
Sometimes eyes to see and ears to hear come with reading by theme, e.g., the doctrine of the Holy Ghost in the Book of Mormon. Sometimes they come by reading with a specific question or concern, e.g., what does the Book of Mormon teach about belief and unbelief, about how we ask with faith, not question with doubt?
And, finally, we are grateful for the Bible and other scriptures, and for continuing revelation through living prophets, seers, and revelators, all of whom also teach and testify of the Book of Mormon.
Testified the Prophet Joseph Smith: “The Book of Mormon [is] the most correct of any book on earth, and the keystone of our religion, and a man would get nearer to God by abiding by its precept, than by any other book.”
How grateful I am for the Book of Mormon! It invites. It promises. It testifies of our eternal spiritual identity; of sacred covenants; and of personal revelation to guide our daily path as part of our Heavenly Father’s eternal plan of Happiness. |
|
|
|
|
|
|
|
|
| JAN 2012 | FEB 2012 English |

| 
|
"Isilah pikiran Anda dengan kebenaran, hati Anda dengan kasih, dan kehidupan Anda dengan pelayanan."
PEMBACAAN MINGGU INI
Sekolah Minggu: 2 Nefi 6, 7, 8, 9, 10
I/M dan L/P: AAPG-GAS Bab 4 - Nabi Joseph Smith, Alat Allah dalam Memulihkan Kebenaran
Seminari & Institut: 2 Taw. 15, 20, Ezr. 9, 10, Neh. 1, 6, 8
|