| Pesan Pemimpin Area Asia - JAN 2012 |
Mempersiapkan Diri bagi Rumah Tuhan

oleh Penatua Anthony D. Perkins dari Tujuhpuluh Presiden Area AsiaPertanyaan yang paling sering diajukan kepada Presidensi Area Asia sewaktu kami mengunjungi Orang-Orang Suci Asia adalah: “Kapankah kita akan memiliki sebuah bait suci di Negara atau kota kami?” Kami memuji Anda atas kasih Anda bagi rumah Tuhan. Anda memahami nasihat Presiden Thomas S. Monson bahwa “semua berkat penting dan tertinggi dari keanggotaan dalam Gereja adalah berkat-berkat yang kita terima dalam bait suci Allah.” Izinkan saya menyarankan jawaban bagi pertanyaan Anda? Kita akan memiliki sebuah bait suci di Negara atau kota Anda ketika Tuhan mewahyukan melalui hamba-Nya, nabi, bahwa kita sebagai umat siap bagi perjanjian-perjanjian dan berkat-berkat bait suci. Kunci untuk pembangunan bait suci adalah persiapan pribadi dan kolektif kita.Tahun 1838, Tuhan berfirman kepada Joseph Smith: “Aku memerintahkanmu untuk membangun sebuah rumah bagi-Ku, untuk pengumpulan bersama para orang suci-Ku, agar mereka boleh menyembah-Ku. Dan biarlah ada awal dari pekerjaan ini, dan landasan, dan pekerjaan persiapan.” Kita masing-masing dapat melakukan tiga “pekerjaan persiapan” untuk meletakkan dasar bait suci tambahan di Area Asia. Saya bersaksi dan berjanji bahwa setiap pekerjaan persiapan ini mendatangkan berkat-berkat besar dalam kehidupan kita.
1. Menaati Perjanjian-Perjanjian Baptisan dan Imamat Pekerjaan persiapan pertama kita adalah untuk menaati perjanjian-perjanjian yang kita buat dengan Yesus Kristus ketika memasuki air pembaptisan dan ketika menerima imamat-Nya. Dengan menaati perjanjian-perjanjian pertama kita, kita memperlihatkan kesiapan kita untuk memasuki bait suci dan membuat perjanjian-perjanjian yang lebih tinggi dengan Allah.
Bait suci berfokus pada rencana keselamatan Bapa Surgawi dan kurban Pendamaian Yesus Kristus, dan kita mempersiapkan diri dengan mengambil sakramen secara layak setiap minggu. Dalam tata cara-tata cara sakramen mingguan kita memperbarui perjanjian-perjanjian baptisan kita untuk mengambil ke atas diri kita nama Kristus, selalu mengingat Dia, serta menaati perintah-perintah-Nya. Bait suci adalah Universitasnya Tuhan, dan kita mempersiapkan diri dengan berperan serta dalam pengajaran dan pembelajaran Injil pada hari Minggu, juga di Seminari dan Institut setiap hari. Sebagai pembelajar Injil yang terlibat, kita menaati perjanjian-perjanjian kita “untuk tekun mengindahkan firman tentang kehidupan kekal” dan “hidup dengan setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Bait suci adalah tempat kita melayani leluhur kita yang telah meninggal, dan kita mempersiapkan diri dengan melayani sesama kita yang masih hidup melalui tugas-tugas Gereja. Ketika kita meningkatkan pemanggilan kita, kita menaati perjanjian-perjanjian pembaptisan kita untuk “saling menanggung beban,” “berduka nestapa bersama mereka yang berduka nestapa,” dan “menghibur mereka yang membutuhkan penghiburan.” Bait suci memerlukan banyak pekerja dari sejumlah pasak untuk membantu para patron dalam melaksanakan tata cara-tata cara bait suci, dan kita mempersiapkan diri dengan mengundang keluarga serta teman-teman untuk datang kepada Yesus Kristus dan Injil-Nya yang dipulihkan. Sebagai misionaris-anggota, kita menaati perjanjian baptisan kita dengan “berdiri sebagai saksi Allah di segala waktu dan dalam segala hal, dan di segala tempat, dimana kamu boleh berada, bahkan sampai kematian.”
Saya mengajak Anda untuk memeriksa perilaku Anda dan mengambil tindakan untuk menaati dengan lebih baik perjanjian baptisan dan imamat Anda. Ketika Anda melakukannya, saya berjanji bahwa Roh Kudus akan menjadi pembimbing tetap Anda. Saya tahu bahwa sewaktu Anda menghormati dan menaati perjanjian-perjanjian Anda, Anda akan “diberkati secara melimpah dalam kefanaan dan menjadi memenuhi syarat bagi permuliaan” melalui tata cara-tata cara bait suci. 2. Membayar Persepuluhan Secara Penuh
“Pekerjaan persiapan” kedua kita adalah membayar persepuluhan secara penuh. Ketika kita mengembalikan kepada Tuhan sepersepuluh dari apa yang telah Dia berikan kepada kita, kita menyatakan syukur kita untuk kebaikan hati dan karunia-Nya. Kita juga memperlihatkan hasrat kita bagi berkat-berkat kekal-Nya melebihi keinginan kita akan hal-hal duniawi. Di zaman kita, Juruselamat mewahyukan kepada Joseph Smith pentingnya persepuluhan bagi mereka yang berhasrat untuk memasuki bait suci. Tuhan berfirman, “Lihatlah, inilah persepuluhan dan pengurbanan yang Aku, Tuhan, tuntut dari tangan mereka, agar boleh ada sebuah rumah dibangun bagi-Ku demi keselamatan Sion.” Setiap orang yang mencari dan memegang rekomendasi bait suci haruslah yakin—dalam kejujuran seutuhnya di hadapan pemegang imamat yang ditetapkan Allah—bahwa dia adalah pembayar persepuluhan penuh.
Mengapa para anggota di seluruh dunia, yang banyak di antaranya mungkin tidak memiliki cukup untuk kebutuhan harian mereka, diimbau untuk menaati hukum persepuluhan Tuhan? Sebagaimana yang Presiden Hinckley nyatakan di Cebu di Kepulauan Filipina, jika anggota “bahkan yang hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan … mau menerima Injil dan menjalankannya, membayar persepuluhan dan persembahan mereka, betapapun kecil jumlahnya, … mereka akan memiliki nasi dalam mangkuk-mangkuk mereka serta pakaian di badan mereka dan tempat berlindung di atas kepala mereka. Saya tidak melihat solusi lain apa pun.” Saya mengajak Anda untuk membayar persepuluhan secara penuh dan jujur. Bayarlah kembali kepada Tuhan terlebih dahulu sebelum membayar pengeluaran-pengeluaran Anda yang lainnya. Saya mengulangi janji Yesus kepada orang-orang Nefi bahwa Dia akan “membukakan bagimu tingkap-tingkap surga, dan mencurahkan kepadamu suatu berkat sehingga tidak akan ada cukup ruang untuk menerimanya.”
3. Berkurban untuk Menerima Tata Cara-Tata Cara Bait Suci “Pekerjaan persiapan” ketiga kita adalah berkurban untuk menerima tata cara-tata cara bait suci dan memperbarui perjanjian-perjanjian kita. Dengan melakukan itu, kita memperlihatkan kepada Tuhan hasrat tulus kita untuk kembali ke hadirat-Nya.
Sembilan bulan yang lalu, Nabi terkasih kita Thomas S. Monson menyatakan, “Beberapa pengurbanan serupa senantiasa berkaitan dengan pembangunan bait suci dan dengan kehadiran bait suci. Begitu banyak orang yang telah bekerja dan berjuang untuk memperoleh bagi diri mereka dan bagi keluarga mereka berkat-berkat yang terdapat di dalam bait suci Allah …. Mengapa begitu banyak orang rela memberikan begitu banyak agar menerima berkat-berkat bait suci? Mereka memahami bahwa tata cara-tata cara penyelamatan yang diterima di bait suci yang mengizinkan kita kelak untuk kembali kepada Bapa Surgawi kita dalam hubungan keluarga kekal dan untuk diberkahi dengan berkat-berkat dan kuasa dari atas adalah sepadan dengan setiap pengurbanan dan setiap upaya.” Detail dari pengurbanan Anda untuk menerima tata cara-tata cara bait suci mungkin berbeda bergantung pada usia dan keadaan hidup Anda, namun semangat pengurbanannya akanlah sama.
Untuk setiap remaja putra, dan remaja putri yang tertarik, pengurbanan bait suci Anda akanlah untuk melayani misi penuh-waktu. Anda akan mempersiapkan diri Anda secara rohani, menjaga diri Anda layak secara moral, dan memberikan sebanyak mungkin kontribusi keuangan untuk misi Anda. Setelah menerima panggilan misi Anda dari nabi Allah, dan sebelum pergi ke PPM atau sementara tinggal di PPM, Anda akan diberkahi “dengan kuasa dari atas” di dalam Rumah Tuhan. Saya menyampaikan kepada Anda undangan Presiden Monson dari Konferensi Umum Oktober 2011 lalu ketika dia menyatakan, “Para remaja putra, saya menasihati Anda untuk mempersiapkan diri bagi pelayanan sebagai misionaris.” Saya menjanjikan kepada Anda berkat-berkat rohani, jasmani, dan keluarga yang tak terkatakan dari pelayanan penuh waktu ini dalam perkara Tuhan. Untuk remaja putra dan putri lajang yang memikirkan pernikahan. Pengurbanan bait suci Anda akanlah meninggalkan tradisi leluhur Anda berkenaan dengan pernikahan. Alih-alih menghabiskan banyak uang untuk mahar dan hadiah mewah serta pernikahan sipil yang megah dengan banyak keluarga dan teman, baik anggota maupun nonanggota, Anda akan mendaftarkan pernikahan Anda atau mengadakan upacara sipil sederhana sebagaimana diminta oleh hukum setempat. Anda akan menabung uang dan merencanakan perjalanan Anda ke bait suci segera setelah pendaftaran pernikahan Anda atau upacara sipil yang sangat sederhana. Anda akan menjadikan pemeteraian bait suci untuk waktu fana dan sepanjang kekekalan fokus dari rencana pernikahan Anda, bukan sesuatu yang dipikirkan setelahnya. Setelah pulang ke rumah, Anda dapat mengadakan resepsi sederhana di gedung pertemuan dimana keluarga dan teman-teman Anda dapat merayakan pernikahan bait suci Anda. Saya menyampaikan kepada Anda, para anggota lajang, undangan Nabi Spencer W. Kimball, “Kami berharap agar kaum remaja akan bersedia untuk mengurbankan persiapan yang meriah dari pernikahan sipil mereka agar mereka … dapat pergi ke bait suci yang kudus bagi pernikahan mereka.” Saya menjanjikan kepada Anda bahwa generasi-generasi keturunan Anda akan bangkit dan menyebut Anda yang diberkati karena membuat keputusan dan melakukan pengurbanan ini.
Untuk para anggota yang tinggal dekat bait suci yang beroperasi di Taipei atau Hong Kong yang telah menerima tata cara-tata cara bait suci Anda sendiri, ajakan nabi terkasih kita yaitu “pengurbanan Anda dapatlah menyisihkan waktu dalam kehidupan Anda yang sibuk untuk mengunjungi bait suci secara rutin.” Saya berjanji bahwa “tidak ada sekutu kejahatan akan memiliki kuasa” atas diri Anda dan keluarga Anda jika Anda adalah tamu tetap di Rumah Tuhan. Bait Suci Dibangun dari Kesengsaraan dan Kesaksian
Saya tahu bahwa sesungguhnya harinya akan tiba ketika Tuhan menyatakan kepada nabi-Nya lokasi-lokasi tambahan untuk membangun bait suci di Asia. Tetapi kita harus mengingat kesaksian terkini Presiden Monson. Dia menyatakan, “Bait suci lebih dari sekadar batu dan semen. Itu dipenuhi dengan iman dan puasa. Itu dibangun dari kesulitan dan kesaksian. Itu dipersucikan dengan pengurbanan dan pelayanan.” Saya bersaksi bahwa kunci untuk pembangunan bait suci adalah persiapan pribadi dan kolektif kita. Kita mempersiapkan diri dengan menaati perjanjian-perjanjian pembaptisan dan imamat kita, membayar dengan rasa syukur persepuluhan secara penuh dan jujur, dan berkurban untuk menerima tata cara-tata cara bait suci. Persiapan semacam itu mencerminkan dalamnya keinsafan kita kepada TuhanYesus Kristus dan hasrat kita untuk menerima berkat-berkat tertinggi dari Bapa Surgawi. Dalam nama Yesus Kristus, amin.
Dengan Teks: Penatua Anthony D. Perkins CATATAN
1. Presiden Thomas S. Monson, “The Holy Temple---a Beacon to the World,” Liahona, Mei 2011, 93. 2. A&P 115:8-9 3. Lihat A&P 20:77; Mosia 18:10 4. A&P 84:43-44 5. Lihat A&P 84:33 6. Mosia 18:8-9 7. Mosia 18:8-9 8. Buku Pegangan 2, 2.1.3. 9. A&P 97:12 10. Presiden James E. Faust, “Membuka Tingkap-tingkap Langit,” Liahona, Januari 1998, 67. 11. 3 Nefi 24:10 12. Presiden Thomas S. Monson, Liahona, Mei 2011, 92. 13. Presiden Thomas S. Monson, “Sampai Kita Bertemu Lagi,” Liahona, November 2010, 111. 14. A&P 95:8; also A&P 43:15-16; 105:10-11 15. Presiden Spencer W. Kimball, “Marriage---The Proper Way,” New Era, Feb. 1976, 6. 16. Lihat Mazmur 31:28; Lukas 1:48; A&P 107:54; Abraham 2:10 17. Presiden Thomas S. Monson, Liahona, Mei 2011, 92. 18. A&P 109:26; lihat 24-26 19. Presiden Thomas S. Monson, Liahona, Mei 2011, 92.
|